TpG6BSAiBUYlBUY5TUr5GfriGi==

Kandungan Kesehatan Pada Belut Yang Perlu Kita Ketahui

 MlatenMania.com - Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).

Kandungan Kesehatan Pada Belut Yang Perlu Kita Ketahui
Belut

Klasifikasi belut adalah sebagai berikut :

Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut muara); Anguilla sp (belut laut/sidat).


Belut berbeda dengan sidat, yang sering dipertukarkan. Belut boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas lain dari belut adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernapas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta. Ukuran tubuh bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5 m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1 m (dalam bahasa Betawi disebut moa). Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil.

Jenis-Jenis Belut

Berikut ini beberapa jenis belut yang ditemukan dan biasa diolah menjadi makanan antara lain:

1. Belut Sawah (Monopterus Albus)

Kandungan Kesehatan Pada Belut Yang Perlu Kita Ketahui
Belut Sawah

Belut sawah sering kita jumpai disekitar area persawahan tempat tinggal kita, belut sawah memiliki ciri-ciri seperti:

  • Warna kulit lebih cerah
  • Panjang tubuh bisa mencapai 45 -50 cm ketika dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 200-300 gr/ekor
  • Habitat hidup di area persawahan
  • Gerakan lincah dan sensitif terhadap getaran/gerakan makhluk
  • lain.
  • Bagian kepala lebih runcing dibandingkan ikan sidat
  • Bentuk ekor lancip
  • Bentuk mata lebih kecil
  • Termasuk hewan hermaprodit (dapat berganti kelamin)
  • Induk betina (siap kawin) pada usia 10 bulan ke bawah dengan
  • panjang 20 – 30 cm dan bobot 20 – 30 ekor/kg
  • Induk jantan (siap kawin) pada usia 10 bulan ke atas dengan
  • panjang 35 – 45 cm dan bobot 4 – 8 ekor/kg.
  • Memiliki tekstur daging yang lembut
  • Memiliki kandungan gizi tinggi.

2. Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

Kandungan Kesehatan Pada Belut Yang Perlu Kita Ketahui
Belut Rawa

Pada dasarnya belut rawa dan belut sawah tidak memiliki perbedaan yang signifikan, bahkan sekilas akan sulit membedakan antara belut sawah dengan belut rawa, berikut ciri- ciri belut rawa:

  • Warna kulit lebih gelap
  • Panjang tubuh bisa mencapai 50-60 cm ketika dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 150-300 gr/ekor
  • Habitat hidup di area rawa atau tanaman kiara
  • Gerakan lincah dan sensitif terhadap getaran/gerakan makhluk lain.
  • Bagian kepala lebih runcing dibandingkan ikan sidat
  • Bentuk ekor lancip
  • Bentuk mata lebih kecil
  • Termasuk hewan hermaprodit (dapat berganti kelamin)
  • Induk betina (siap kawin) pada usia 10 bulan ke bawah dengan panjang 25-40 cm dan bobot 10-20 ekor/kg
  • Induk jantan (siap kawain) pada usia 10 bulan ke atas panjang 40-50 cm dan bobot 3-4 ekor/kg.
  • Memiliki tekstur daging yang lembut
  • Memiliki kandungan gizi tinggi.

3. Belut Muara (Macrotema caligans)

Kandungan Kesehatan Pada Belut Yang Perlu Kita Ketahui
Belut Muara

Ciri-ciri belut muara:

  • Warna kulit cokelat pucat
  • Panjang tubuh bisa mencapai 60 -70 cm ketika dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 250 – 400 gr/ekor
  • Habitat hidup di area muara atau tambak dekat laut
  • Gerakan lambat namun sangat kuat.
  • Bagian kepala seperti ujung terompet
  • Bentuk ekor seperti pedang
  • Bentuk mata lebih kecil dari sidat
  • Memiliki bau amis yang mencolok
  • Memiliki tekstur daging yang lebih kasar dari belut sawah
  • Memiliki kandungan gizi tinggi.

Kandungan Gizi Pada Belut

Perbandingan Zat Gizi Belut, Telur dan Daging Sapi Tiap 100 gr bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

Zat Gizi Belut Telur Daging Sapi
Kalori 303 162 207
Protein 14,0 gr 12,8 gr 18,8 gr
Lemak 27,0 gr 11,5 gr 14,0 gr
Karbohidrat 0,0 gr 0,7 gr 0,0 gr
Fosfor 200 gr 180 gr 170 gr
Kalsium 20 mg 54 mg 11 mg
Zat Besi 20 mg 2,7 mg 2,8 mg
Vitamin A 1.600 SI 900 SI 30 SI
Vitamin B1 0,10 mg 0,10 mg 0,08 mg
Vitamin C 2,0 mg 0,0 mg 0,0 mg
Air 58 gr 74,0 gr 66 gr

Dilihat dari komposisi gizinya, belut mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, yaitu 303 kkal per 100 gram daging. Nilai energi belut lebih tinggi dibanding telur (162 kkal/100 g tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 g). Hal itulah yang menyebabkan belut sangat baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Nilai protein pada belut (18,4 g/100 g daging) setara dengan protein daging sapi (18,8 g/100g), tetapi lebih tinggi dari protein telur (12,8 g/100 g). Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut. Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada orang dewasa. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot.

Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter. Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG).

Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu.

Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor harus berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. 

Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Dalam forum international dianjurkan belut sebagai sumber gizi ikan pernah dipromosikan pemasarannya dalam “Kongres Gizi Asia III” di Hotel Indonesia Jakarta.

Demikian artikel mengenai Kandungan Kesehatan Pada Belut Yang Perlu Kita Ketahui, mudah-mudahan bermanfaat untuk semuanya.

Komentar0

Tinggalkan komentar Anda disini: