TpG6BSAiBUYlBUY5TUr5GfriGi==

Mengenal Lebih Dekat Situs Purbakala Semedo Kabupaten Tegal

Kabupaten Tegal merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian barat laut Provinsi Jawa Tengah, batas wilayah utara adalah laut Jawa dan Kota Tegal, sebelah timur Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga, sebelah selatan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas, sebelah barat Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. 

Mengenal Lebih Dekat Situs Purbakala Semedo Kabupaten Tegal

Di Kabupaten Tegal sendiri terdapat sebuah situs purbakala yang akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan, situs purbakala tersebut adalah Situs Purbakala Semedo yang berada di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal.

Sejarah Situs Purbakala Semedo Kabupaten Tegal

Awal sejarah situs ini ditemukan pertama kali tahun 1987 oleh Bapak Dakri, Duman dan Ansori berupa artefak alat batu fosil lutut gajah dan gigi ikan hiu, kemudian pada tahun 2005 Situs Semedo tampil ke panggung ilmiah setelah dilaporkan oleh LSM Gerbang Mataram kepada Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Tegal dan dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dan dilanjutkan oleh BPSMP Sangiran. 

Penemuan yang ada di Situs Purbakala Semedo ini diantaranya adalah:

  • Artefak; dan
  • Fosil hewan purba;

Artefak yang ditemukan di Situs Pubakala Semedo antara lain Kapak Penetak (Chopping tools), Kapak Perimbas (Chooper), Pahat Genggam (Hand-Adze), Batu Inti (Core), Serpih (Flake) dan Alat Serut (Scapper). Untuk fosil hewan purba sendiri yang ditemukan adalah fosil hewan darat dan fosil hewan perairan. 

Untuk fosil hewan darat sendiri yang ditemukan adalah:

  • Stegodon Trigonocephallus, Mastodon Sp., Elephas Sp., Bovidae Sp., (sapi, kerbau dan banteng);
  • Rhinoceros Sp. (badak);
  • Sus Sp. (babi);
  • Cervidae (sejenis rusa);
  • Hippopotamus Sp. (kuda air);
  • Hyena (sejenis macan); dan
  • Gigantopithecus blacki (kera besar atau kera raksasa).
Untuk fosil hewan perairan yang ditemukan adalah:
  • Crocodyllussp (buaya); dan
  • Tryonix (kura-kura purba);
  • Testudo;
  • Megalodon dan carcharodon (Hiu purba raksasa);
  • Moluska (kerang-kerangan);
  • Gastropoda (keong); dan
  • Pelecypoda (kerang setangkup).

Fosil hewan purba yang ditemukan di Semedo ditemukan secara terpencar di seluruh permukaan situs. Penyebaran Situs Purbakala Semedo dari sebelah barat Kali Rambut sampai di Desa Cacaban tepatnya di Kali Susu dan di Desa Karang Malang. Manurut Kasi Sejarah dan Kapurbakalaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dengan ditemukannya fosil purbakala di Desa Karang Malang yang notabene berdekatan dengan Desa atau Situs Semedo maka diperkirakan area persebaran fosil akan semakin luas.

Pada tahun 2011 ditemukan fosil manusia purba berupa tengkorak oleh Bapak Dakri yang kemudian fosil tersebut diberi nama "Semedo I", dan berdasarkan hasil identifikasi oleh Dr. Harry Widianto, tengkorak yang diberi nama "Semedo I" tersebut berasal dari kelompok Homo Erectustipik yang berumur sekitar 0,7 juta tahun. Di Situs Semedo juga telah ditemukan himpunan artefak paleolitik yang terutama dibuat dari batu gamping kersikan dan rijang, sehingga dapat di gunakan untuk merekonstruksi budaya manusia purba di situs tersebut.

Pembangunan Museum Situs Semedo

Mengenal Lebih Dekat Situs Purbakala Semedo Kabupaten Tegal

Museum Situs Semedo mulai dibangun pada tahun 2015 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Permuseuman dan Cargar Budaya, dan direncanakan akan diresmikan pada tahun 2019. Namun karena situasi pandemi (Covid-19) akhirnya Museum Situs Semedo ini diresmikan pada tanggal 13 Oktober 2022 yang lalu secara daring oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI.

Komentar0

Tinggalkan komentar Anda disini:

Type above and press Enter to search.