TpG6BSAiBUYlBUY5TUr5GfriGi==

Sate Loso Kuliner Khas Pemalang Selain Grombyang

 MlatenMania.com - Sejauh ini masyarakat luas telah mengenal beberapa makanan khas Pemalang seperti nasi grombyang, apem comal, kue kamir, dan sebagainya. Padahal jumlah makanan khas asli Pemalang mungkin lebih banyak lagi dan belum dikenal luas oleh masyarakat.

Sate Loso Kuliner Khas Pemalang Selain Grombyang
Sate Loso Pemalang

Sate Loso

Makanan tradisional dan khas di Kabupaten Pemalang yang sudah ada sejak tahun 1940 an di antaranya adalah sate Loso. Sate Loso merupakan sate dengan bahan utama daging kerbau atau daging sapi yang dibacem terlebih dahulu sebelum dibakar. Daging direbus terlebih dahulu beberapa jam dengan rempah-rempah sehingga daging empuk. Daging kemudian dimasak kembali dengan bumbu bacem lalu kemudian di bakar seperti sate pada umumnya. dari bumbu-bumbu tersebut membuat citarasa tersendiri yang sangat menggunggah selera hingga para pecinta kuliner pasti ketagihan. Sate disajikan dengan bumbu kacang berwarna merah yang lembut dan rasanya sangat khas. Bumbu didapatkan dari kacang yang dihaluskan ditambah bumbubumbu dari cabe merah sehingga membuat warna saus menjadi merah menggairahkan.

Sate ini memiliki cita rasa yang khas karena berbeda dengan sate lain. Uniknya, sate ini juga bisa dihidangkan dengan sejenis sup yang berisi urat, tulang muda dan taoge. Rasa sup daging yang super empuk ini sedikit pedas, manis, asam, dan gurih. Dagingnya pun terasa wangi, karena daging yang digunakan hanya bagian has dalam. Keunikan yang lain adalah satu porsi sate sebenarnya berisi 10 tusuk, namun uniknya warung sate loso tetap melayani walaupun pembeli hanya membeli setengah porsi ataupun dua tusuk saja. Pembeli juga bisa memilih sate sesuai dengan keinginan kita, misalnya daging saja atau dengan jeroan. Berbeda dengan kuliner grombyang maupun lontong dekem, Sate Loso pada umumnya disajikan pada siang hari saja. Warung sate loso biasanya buka pukul 10.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Sejarah Sate Loso Pemalang

Sate Loso berbeda dengan Sate Tegal, Sate Madura dan Sate Padang yang mengambil nama daerah asal sebagai nama satenya melainkan menamai sate ini sesuai dengan nama pembuat dan pencipta. Nama Sate Loso diambil dari nama pelopor sate ini, Pak Loso yang berasal dari Weleri. Berdasarkan penuturan Bu Purwantini pemilik warung sate Loso "Pak No” di Jl. Ahmad Yani, didapatkan informasi bahwa sejarah keberadaan sate Loso di Pemalang sudah ada sejak jaman Belanda atau kurang lebih sekitar tahun 1940 an.

Resep sate Loso diberikan secara turun-temurun hingga tempat makan yang menjajakan Sate Loso ini pun tidak hanya keturunan Pak Loso, tetapi juga warga Pemalang lainnya, Contoh warung sate loso yang bukan lagi dari keluarga pencetus sate loso adalah warung sate loso “Pah In” yang berada di Jl. Urip Sumoharjo pemalang, tidak jauh dari warung sate loso “Pak No Putri” yang berlokasi di jalan yang sama.

Demikian artikel mengenai Sate Loso Kuliner Khas Pemalang Selain Grombyang semoga bermanfaat untuk kita semuanya.

Komentar0

Tinggalkan komentar Anda disini:

Type above and press Enter to search.